Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

PGIS - SIGaP

Syndicate content
Untuk kegiatan-kegiatan Pengurangan Risiko Bencana dan Masalah-masalah Kesehatan Berbasis Masyarakat
Updated: 7 weeks 5 days ago

Nuvi Series: Instal Peta

9 February, 2010 - 01:34 in Communities
Banyak peta yang dapat dibaca oleh GPS Garmin Nuvi, namun bila kita tidak menempatkan file-file peta pada folder yang tepat atau nama file yang tidak tepat maka Nuvi tidak bisa membaca peta-peta yang ada.

Garmin Nuvi hanya bisa membaca file-file peta dengan nama tertentu dan pada tempat (folder) tertentu. File-file tersebut dapat disimpan, baik di internal memory atau external memory dibawah folder garmin, di kedua tempat ini hanya bisa membaca nama file tertentu saja. Misalnya pada internal memory, maka peta kita harus diberi nama:
1. gmapprom.img
2. gmapprom1.img
3. gmapoem.img

Internal memory mampu menyimpan 4 (empat) peta dengan nama-nama seperti contoh tadi.

Bila menggunakan nama file gmapprom maka bisa ditambahkan angka dibelakangnya misalnya gmapprom1.img dan gmapprom2.img.

Sedangkan untuk external memory harus berada di dalam folder garmin dan filenya bernama gmapsupp.img. mengenai ini bisa dibaca lebih lanjut disini.

Untuk gmapsupp.img tidak seperti gmapprom.img yang bisa ditambahkan angka, hanya satu file yang bisa dibaca dalam folder garmin external memory.


Sumber Peta
Dimana kita bisa mendapatkan peta-peta untuk GPS Garmin? Anda bisa berkunjung ke www.garminindonesia.com pada sub “Gudang” atau navigasi.net.

Bila anda sudah mengunduh peta (peta-peta) tadi, maka jangan lupa rename file tersebut dengan nama-nama yang bisa dibaca oleh unit Garmin kita.

Selamat memanfaatkan Nuvi series anda, silahkan berkomentar disini, atau boks dibawah ini.▲

Garmin Indonesia: Workshop Nuvi Series

8 February, 2010 - 09:45 in Communities
Garmin Indonesia mengadakan workshop mengenai GPS Garmin Nuvi series di markas Garmin Indonesia, Jasa Marine, pada 6 Februari 2010. Kegiatan dilaksanakan pukul 10.00 WIB s/d 13.00 WIB. Workshop ini difasilitasi oleh Xuzhen.

Workshop kali ini mengulas tuntas Garmin Nuvi seri 7xx, dan juga berbagi pengalaman memanfaatkan GPS Garmin Nuvi 205W (baik versi internasional maupun Indonesia).

Banyak hal baru yang kami dapatkan dalam workshop ini, beberapa tulisan akan saya muat mulai esok hari (beberapa tips memanfaatkan peta yang tersedia di pasaran misalnya).

Workshop yang diikuti sekitar 20 orang dan berasal dari berbagai latar belakang, namun sebagian besar adalah user yang berpengalaman menggunakan Nuvi diberbagai daerah di Indonesia dan bahkan diluar negeri, seperti Inggris, China, Malaysia, dll.

Sebuah kegiatan yang harus diteruskan oleh motornya yaitu Garmin Indonesia, dimana para pengguna GPS tidak hanya diharapkan membeli namun tidak ada follow up dari pemanfaatan dilapangan, baik pengalaman yang menyenangkan maupun me”malukan” disaat menggunakan GPS.

Saya mengusulkan kedepan Garmin Indonesia juga mengadakan workshop serupa dengan series GPS yang lain, misalnya Oregon, Map series, dll.


Peta untuk GPS
Hal yang banyak menjadi perhatian adalah berapa banyak GPS Nuvi series mampu membaca peta dan dalam file apa saja ia dapat membacanya.

Ternyata di hardware Nuvi bisa membaca sampai 4 (empat) file peta dengan nama file yang berbeda, dan di eksternal (memory card) bisa membaca 1 (satu) file saja (gmappsup.img).

Nah, dengan kemampuan ini sebenarnya kita bisa menyimpan 5 (lima) peta sekaligus tanpa harus menggonta-ganti memory card seperti yang saya lakukan selama ini, (hehehe kampungan yah?).

Hanya saja kita harus memilih peta mana yang akan kita gunakan, jangan semua peta di pilih, nantinya malah kekacauan yang ditampilkan Nuvi kita.


Kopi darat anggota milis Garmin Indonesia
Workshop ini juga sekaligus menjadikannya ajang kopi darat bagi para anggota milis Garmin Indonesia. Senangnya bertemu dengan wajah-wajah baru yang menjadi teman baru, yang selama ini hanya bertemu di yahoo groups saja.

Oke para Garminers Indonesia, lanjutkan persahabatan kita, kapan yah kita kopi darat dengan jumlah yang lebih besar? Ayo Garmin Indonesia (Jasa Marine) kami tunggu fasilitasi pertemuannya▲

Komentar silahkan Klik Disini, atau tulis diboks dibawah ini.

PMI Kab. Tegal: Pelatihan Pemetaan Risiko

7 February, 2010 - 01:12 in Communities
Tim Satgana Caban, merupakan ujung tombak PMI dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana sehingga harus memiliki kapasitas baik pengetahuan dan keterampilannya. PMI Cab. Kab. Tegal selama 2 hari (21 -22 Nopember 2009), menyelenggarakan Pelatihan Satgana bagi sukarelawan di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Kegiatan diikuti oleh KSR Unit Markas, Unit Stikes dan Unit Kecamatan Bumijawa dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Selain itu juga PMI melibatkan potensi masyarakat setempat sebagai peserta pelatihan.

Mahmudin, Kepala Markas PMI Cabang Kab Tegal mengatakan, ”Masyarakat setempat yang kita latih diharapkan nanti mempunyai keahlian atau kapasitas terutama dalam penanganan bencana, sehingga akan mengurangi risiko akibat bencana.” Peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar dapat meminimalisir dampak bencana apabila terjadi dilingkungannya dengan kemampuan yang dimilikinya, terangnya.

PMI bersama fasilitator dari Kesbangpol & Linmas dan Polres Tegal memberikan Manajemen Bencana, mountainerring, kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama dan evakuasi, pemetaan, VCA dan PRA.

Peserta melaksanakan simulasi kasus penanganan korban tanah longsor dengan berperan sebagai tim penolong untuk menangani korban tanah longsor desa sudikampir Kecamatan Bumi-jawa. Korban diberikan pertolongan pertama kemudian dievakuasi ke mobil ambulans dan selanjutnya dibawa ke RS Lapangan yang berjarak 150 Km.

Pemetaan
Selain itu, PMI Kab. Tegal menyelenggarakan pula pelatihan Pemetaan dan Asesmen bagi anggota KSR di Desa Sudikampir Kecamatan Bumijawa. Menurut Inayah, Ketua Panitia Pelaksana, ”Mengoperasikan GPS memang mudah dipahami, namun yang tidak kalah penting peserta harus bisa memahami materi dan dapat menerapkan dilapangan.” Dalam pelatihan ini digunakan GPS yang memanfaatkan satelit. Namun demikian yang penting adalah peserta dapat memahami maksud dari Pemetaan Risiko Bencana, terangnya.

Materi Pemetaan meliputi materi Pemetaan Risiko Partisipatif, SIG (Sistem Informasi Geografis), Penggunaan GPS, Pemetaan Daerah Risiko Bencana, Analisis data HVCR dan pengolahan data serta praktek Tracking dan Marking. Sedangkan materi asesmen meliputi memahami bahaya, risiko dan kerentanan, pengenalan materi VCA dan PRA.

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Sunarto - Humas_pmikabtegal, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.▲

Untuk komentar Klik Disini atau tulis dikotak dibawah ini.

PMI Kab. Magelang: Pemetaan Risiko

6 February, 2010 - 08:31 in Communities
Pemetaan dilaksanakan oleh Sibat, perangkat desa program dengan menggunakan GPS dan Software MapSource dalam teknis melaksanakan pemetaan risiko untuk mendapatkan informasi aktual berkaiatan dengan keberadaan perumahan, sumber kehidupan dan daerah yang rentan serta jalur evakuasi bahkan sampai batas wilayah atau batas administrasi kecil yaitu tingkat dusun atau desa.

Desa Kaliurang
Pelaksanaan pemetaan di desa Kaliurang dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 22 – 27 Juni 2009. Khoiruddin, Koordinator Lapangan Program Pertama mengatakan, ”disini keterlibatan masyarakat sangat besar, dimana dari pemetaan ini diketahui bahwa bahaya yang ada yaitu awan panas dan lahar dingin. Sementara daerah yang paling rawan/berisiko yaitu dusun Sumberejo dan Kaliurang Utara yang berada paling dekat dengan gunung merapi.”

Desa Kemiren
Pemetaan BKRK (Risiko) di desa Kemiren sebagai desa ke-2 pelaksana program Pertama, dilaksanakan pada 14 – 17 Juli 2009, diperoleh hasil bahwa bahaya yang ada yaitu awan panas dan lava pijar.

Sedangkan daerah yang berisiko tinggi yaitu dusun Jamburejo yang terdiri dari 110 KK yang merupakan dusun terdekat dengan G. Merapi di desa Kemiren dan berada disekitar jalur luncuran awan panas.

Dari peta yang dihasilkan dapat diketahui seberapa besar bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas yang ada sehingga dapat menjadi sumber informasi dalam penyusunan rencana aksi mitigasi (Risk Reduction Plan, RR Plan).

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Didin - Kab. Magelang, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.▲

Untuk komentar Klik Disini atau pada boks yang tersedia di bawah.

PMI Boyolali: Pemetaan Risiko

5 February, 2010 - 10:17 in Communities
Kegiatan pemetaan risiko bencana ini diadakan oleh PMI Cabang Boyolali dalam Program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat (Pertama) yang dilaksanakan di 2 desa Program, yaitu Desa Cluntang Kecamatan Musuk yang dilaksanakan pada tgl 21 – 26 Agustus 2009 dan Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo, pada tgl 27 – 31 Agustus 2009, yang dilaksanakan oleh Tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama PMI dan Palang Merah Denmark. Kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan oleh PMI Cab. Boyolali diantaranya adalah, mulai dari survey wilayah, pelatihan Sibat, dan pengkajian risiko secara partisipatif. Pemetaan risiko tang dilaksanakan secara partisipatif ini bertujuan mendapatkan data daerah mana saja yang rawan bencana dan kapasitas apa yang dimiliki masyarakat setempat.

Guna mendapatkan gambaran dan data yang benar sesuai kenyataan yang ada, sukarelawan PMI (KSR dan Sibat) dengan dibantu koordinator Lapangan Program Pertama harus turun ke lapangan, mereka harus naik dan turun tebing dan lembah curam. Sehingga diperlukan tenaga yang banyak dan prima ditambah waktu kegiatan yang diberikan singkat sekali, terkadang sukarelawan ini memetakan sampai larut malam bahkan ada yang bermalam dilapangan.

Namun demikian kegiatan ini tidak menjadi kendala bagi Sukarelawan yang melaksanakan karena mereka tahu tugas yang dikerjakan adalah tugas kemanusiaan yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana.

Tulisan ini bersumber dari Warta PMI Jawa Tengah edisi Desember 2009 yang ditulis oleh Sdr. Kardie - Boyolali, dengan beberapa penyuntingan yang dianggap perlu, dengan tidak mengurangi esensi tulisan asli.▲

Untuk komentar Klik Disini.


All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.