Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

Hartanto Sandjaja

Syndicate content Catetan kecil httsan
coretan kertas buram sepanjang jalan terlewat
Updated: 11 hours 13 min ago

Ragam lampu darurat

26 May, 2010 - 20:28

Lampu darurat (dari berbagai sumber)

Sudah dua dijit tahun tinggal di seputaran Thamrin saat siang hari, suara sirine sudah sangat tidak menarik perhatian. Apalagi teriakan massa bersepanduk yang selalu hilir mudik baik dengan jalan kaki berombongan atau dengan kendaraan umum dengan rute populer Bundaran HI – Istana Merdeka. Dari segala kesibukan di jalan utama, jantung ibukota, ada yang selalu (masih) menarik perhatian, yaitu lampu darurat (hazard lights, atau apalah namanya) yang digunakan oleh banyak pihak dan (juga) selalu berseliweran di Thamrin.

Lampu darurat (sebut saja demikian) ini menarik karena dari masa kemasa selalu berubah bentuk dan kilaunya. Dan tentunya selalu melekat di kendaraan khusus seperti mobil polisi, ambulance, pemadam kebakaran, dan mobil angkutan khusus (truk angkutan uang milik Bank Indonesia, ataupun truk angkutan barang, dll).

Warna dominan lampu darurat yang sering ditemui di Indonesia adalah merah, biru, dan kuning. Modelnya bermacam-macam. Ada yang seolah berputar pada sumbunya, padahal yang berputar adalah reflektornya saja, seperti pada lampu di ambulance. Ada juga yang berbentuk persegi panjang, biasanya dipasang di atap mobil patroli/pengawalan polisi atau petugas jalan tol.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apa arti dari masing-masing warna yang digunakan..? Apakah asal pakai saja, ataukah masing-masing mempunyai arti khusus..?

Dari obrolan dengan rekan, yang pernah menggunakan lampu darurat di atap mobil jeep dinasnya, diketahui bahwa masing-masing warna mempunyai arti dan kegunaan sendiri. Contohnya warna kuning, biasanya dipakai di kendaraan yang sifatnya statis (berhenti) untuk memberi tahu agar kendaraan lain berjalan pelan atau hati-hati. Kondisinya bisa seperti pemberitahuan sedang ada perbaikan jalan di jalan tol.

Masih menurut rekan tadi, warna biru adalah warna yang setingkat lebih tinggi, dimana kondisi harus lebih diperhatikan oleh pengguna lain. Biasanya dipakai oleh petugas kepolisian di mobil patrolinya. Sedangkan warna merah adalah warna yang memberitahukan bahwa kondaraan ini sedang dalam tugas khusus sehingga harus diutamakan dalam segala kondisi. Contohnya adalah penggunaan oleh mobil pemadam kebakaran. Pada kondisi sangat darurat bahkan dibolehkan berjalan melawan arus lalin ataupun menerabas marka larangan melintas.

Karena penasaran dengan ketentuan sesungguhnya, segera berselancar dengan Google. Dan dari Wikipedia dituliskan bahwa belum ada kesepakatan resmi internasional mengenai warna dan arti dari lampu darurat. Hampir di tiap negara mempunyai aturan tersendiri.

Di Australia tidak hanya tiga macam, bahkan terdapat enam macam warna lampu darurat. Merah menandakan situasi yang terkait dengan hidup/mati manusia seperti yang digunakan oleh ambulance, pemadam kebakaran, tranpor organ tubuh atau darah oleh Palang Merah. Warna amber (kuning sawo) biasanya dipakai truk atau mobil angkutan khusus. Hijau digunakan oleh satuan khusus seperti polisi hutan atau pengontrol binatang. Biru digunakan oleh kendaraan darurat pada umumnya, seperti mobil polisi, pemadam kebakaran, dan ambulance (dikombinasikan dengan warna lain). Selain itu ada juga warna magenta dan putih.

Di negara-negara Eropa lebih umum digunakan warna biru dibandingkan warna merah. Di Inggris penggunaan warna biru pada lampu darurat dapat berarti kendaraan tersebut dibolehkan menggunakan lajur dan jalur sesuai keperluan saat itu (sekalipun berlawanan arah) dan dapat menerabas marka larangan.

Bagaimana dengan di negara Asia..? Di Jepang penggunaan warna merah pada lampu darurat biasanya digunakan oleh polisi dan pemadam kebakaran. Warna kuning/amber digunakan oleh kendaraan teknis ataupun petugas penjaga jalan (Japan Highway Public Corporation). Sedangkan warna biru untuk kendaraan petugas keamanan.

Adakah regulasi khusus mengenai warna lampu dan pengguna yang diperbolehkan menggunakannya di Indonesia? Mungkin ada, tetapi saya belum menemukannya.

Yang pasti, warna lampu darurat yang kita kenal di negeri ini, merah – kuning – biru, tidak ada kaitannya sama sekali dengan warna pengenal partai politik…

: )


Filed under: Patee del rincón Tagged: ambulance, darurat, emergency, hijau, kuning, light, merah, police

Ngobrol serius tentang nge-Blog

23 May, 2010 - 12:13
monetizing blog bersama blogor

monetizing blog bersama blogor (photo by Fajar Suyamto)

Hari ini cukup istimewa, karena baru kali ini saya ikutan ngobrol serius tentang konten blog dengan sesama blogger. TKP-nya adalah di Bogor EduCare, Jalan Cikiray, Sukaraja Bogor (klik untuk lihat peta). Kesempatan kali ini diisi oleh kang Dian dan kang Iman. Keduanya adalah kawula Blogor yang memang hidup didunia blog dan blogging.

Babak pertama diisi oleh kang Dian, dan disini disuguhkan mengenai bisnis di internet. Cara berpikir di dunia bisnis internet pun (ternyata) harus disiasati agar sukses dalam melangkah. Beberapa teknis operasi dalam manghasilkan dari blog juga dipaparkan, seperti: program periklanan (PPC – Pay per Click, PPR – Pay per Review, TLA – text link ads, PPD – Pay per Download), menjual produk orang lain (afiliasi) dan produk sendiri, bagaimana menjual blog dan mengikuti kontes blog, juga program donasi.

Selain metoda langsung seperti yang telah disebut diatas, ada juga metoda tidak langsung dalam menghasilkan dari blog. Dicontohkan oleh sang mentor adalah blog yang berisi tentang keilmuan atau kekhususan, sehingga pengunjung akan mengacu atau meminta pemilik blog sebagai narasumber atau memesan sesuatu karena tulisan-tulisan tersebut.

Beberapa tips menarik juga disampaikan, seperti melakukan perencanaan dan amunisi yang tepat untuk menentukan topik penulisan serta judul tulisan. Juga bagaimana menyajikan materi dan memasarkan blog agar dikenal target pasar.

Babak pertama usai, diisi dengan maksi bersama.

Sesi kedua, kang Iman memulai tentang SEO (Search Engine Optimization). Disini dijelaskan apakah yang dimaksud dengan SEO, dan apa pentingnya bagi blog atau web kita. SEO adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan website agar tampil diposisi terbaik di search engine (Google atau yang lain).

Dijelaskan juga bagaimana cara optimasi blog dengan melakukan pengubahan kode tertentu di script (on page), pengubahan format permalink, dan penggunaan meta tags. Juga bagaimana kita memanfaatkan off page, yaitu dengan building link popularity, google page rank, dan anchor text optimization.

Untuk percobaan optimasi dengan SEO, peserta mencoba membuat blog baru dengan keywords I love Bogor 1306012 (yang saya coba adalah copy-an dari posting halaman ini).

Hari ini, hanya beberapa jam, serasa membaca beberapa buku sekaligus…

Terimakasih kang Iman dan kang Dian, juga untuk peserta yang selalu berbagi pengalaman.

: )


Filed under: Mi Comunidad Tagged: blogor, Bogor EduCare, Google, PPC, PPD, PPR, Search Engine Optimization, SEO, TLA

Blog Keroyokan

5 April, 2010 - 10:34

Kalau ngeblog untuk diri sendiri itu biasa, kalo ngeblog untuk bareng-bareng..? Itu antik. Selama ini saya selalu ngeblog untuk diri sendiri, apa yang terlintas dan perlu dicatatkan ya langsung di-blog-kan (kalo sempet). Kalau ngeblog keroyokan tentunya beda lagi. Isi posting harus disesuaikan dengan tema keroyokan yang disepakati bersama, nggak bisa asal ngeblog saja.

Saat ini saya ngeblog keroyokan dibeberapa lokasi, bersifat tematik, dan sebagian besar adalah bersama dengan rekan-rekan di kantor. Jadi tentunya isinya ya nggak jauh dari urusan kantor yang (tidak mungkin) membosankan itu… hehe…

Blog keroyokan yang teringat antara lain:

  • Blog komunitas 89 ITB, blog tentang Alumni ITB 89 ngeblog bareng (sepertinya saat ini sedang mati suri).
  • Blog Komunitas Blogger Bogor (Blogor), wah yang ini belum pernah posting sampai dengan tulisan ini dibuat, punten kang admin/redaktur/pupuhu…
  • Blog WebGIS Pemilu 2009, tentang aplikasi WebGIS pada Pemilu Legislatif tahun 2009, blog ini sudah berakhir sesuai dengan momennya yang sudah lewat, tetapi masih diaktifkan untuk catatan perjalanan.
  • Blog NEOnet, blog keroyokan ini tentang kegiatan di NEOnet BPPT. Belum banyak kontribusinya nih, mohon maaf…
  • Blog Sijampang, merupakan blog kegiatan Sijampang yang menggabungkan berbagai data dan informasi untuk menjadi informasi mengenai hujan dan genangan.
  • Yang terhitung baru adalah blog Ulasan dan Pemaparan Teknologi Karakterisasi Inventarisasi Sumberdaya Alam. Merupakan catatan kegiatan dan ulasan teknologi populer di bidang karakterisasi SDA.

Membaca blog keroyokan pasti asik, karena tiap penulis mempunyai gaya menulis yang berbeda.

Membangun Blog Keroyokan adalah keasyikan tersendiri dalam dunia blogging. Keasyikannya antara lain adalah menjaga ritme ngeblog bersama, agar postingan lancar dan nggak tabrakan isinya…

: )


Filed under: Mi Comunidad Tagged: Blog89, Blogneonet, blogor, Karakterisasi, Sijampang, Upakarti, WebGIS

Berita duka dari Ratu

3 April, 2010 - 06:15
Ratu

Ratu di Taman Nasional Way Kambas (foto oleh hartanto)

Kegembiraan akan kehamilan Ratu harus berakhir. Pada akhir Maret lalu dikabarkan bahwa Ratu telah keguguran pada kehamilannya yang pertama ini. Selengkapnya di Kompasiana, klik disini.


Filed under: Mi Comunidad, Vlugge schakels Tagged: badak, fbi, Forum Badak Indonesia, Ratu, rhino, sumatran rhino, TNWK, Way Kambas

Memadamkan untuk menghidupkan

28 March, 2010 - 07:32

Earth Hour

Logo Earth Hour


Gerakan pemadaman lampu telah dilaksanakan di seluruh permukaan bumi. Dari belahan Utara hingga Selatan, dan dari Dunia Timur hingga Barat. Gerakan ini, seperti kita ketahui, adalah kampanye yang dimotori oleh WWF dalam mengemas inisiatif tentang perubahan iklim global. Tentang gerakan ini dapat kita baca lebih detil di situs web Earth Hour.

Saya sendiri tidak terlalu melihat hubungan langsung (dalam hitungan matematis) antara mematikan lampu dan perubahan iklim global. Saya hanya melihat gerakan ini sebagai momen mengingatkan untuk menghemat energi. Berhubung “hanya” sebagai momen pengingat, dan tidak mengikat, maka setelah pemadaman lampu selama satu jam apa yang sebaiknya kita lakukan..?

Jaman ini adalah jaman pemakaian energi (listrik) yang semakin luar biasa. Listrik sudah mendekati Oksigen pentingnya. Seakan tanpa listrik kita tidak dapat bernapas. Hampir 24 jam sehari kita bersanding dengan listrik. Tetapi jarang terpikirkan oleh kita (ehm, maaf, “oleh saya” lebih tepatnya) dari mana listrik berasal. Bagaimana proses pembangkitan listrik yang terjadi (masalah di hulu). Dan bagaimana penggunaan listrik pada akhirnya (masalah di hilir).

Tanpa kampanye oleh WWF dengan Earth Hour-nya pun, sejak kecil saya selalu diajarkan oleh orang tua dan guru tentang berhemat energi, antara lain dengan memerhatikan penggunaan listrik di rumah. Sejak saat listrik di rumah dibangkitkan oleh “genset” karena memang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN, hingga akhirnya menggunakan listrik PLN, suasananya sama saja, harus menghemat dalam pemakaian. Lampu yang tidak “sedang bertugas” maka harus dimatikan. Saat sinar matahari mulai menguasai permukaan bumi, segera lampu teras dan sekitar dimatikan, beberapa lampu di dalam rumah pun tidak luput dari pemadaman. TV pun seharian tidak dihidupkan, ehm, karena memang tidak ada siaran siang hari hehehe. AC pun tidak perlu dihidupkan sama sekali, karena memang belum terinstall di rumah… (crispy mode on).

Saat ini tampaknya agak berbeda, jika saya terapkan hal-hal tersebut di rumah, maka akan akan bersinggungan dengan banyak kepentingan. Antara lain kenikmatan hidup dalam menikmati hiburan di TV, plus banyak lagi peralatan rumah tangga yang tergantung dengan kehadiran listrik dalam penggunaannya, tidak hanya sekedar satu atau sepuluh lampu penerang rumah. Belum lagi “gaya hidup Saykoji” yang semakin merasuk: online online… online online… hehe

Jadi, apakah dengan mematikan lampu selama satu jam (dalam kegiatan Earth Hour ini) mampu mengubah dunia..? Tidak lah yaw… Warga dunia akan semakin rakus dengan energi (listrik), karena memang itulah yang disodorkan oleh siapapun penghasil produk penunjang kehidupan. Semua alat memerlukan listrik. Dan kita semakin tergantung pada penggunaan alat yang berlistrik.

Saya hanya merasakan, pemadaman lampu selama satu jam tadi malam hanya sebagai pengingat dan semangat (bagi yang telah ingat) akan pentingnya perhatian pada penggunaan (energi) listrik dengan baik dan benar. Artinya, akan kembali ke diri kita lagi, sejauh mana kita menerapkan dengan bijak dalam kehidupan pribadi dan lingkungan keluarga kita akan kesadaran penghematan dalam penggunaan listrik.

Pemadaman (sejenak) untuk menghidupkan (kembali) semangat berhemat.

: )


Filed under: Mi familia, Patee del rincón Tagged: Earth Hour, energi, hemat energi, hemat listrik, listrik

Peta Kuliner Nusantara

24 March, 2010 - 08:27
Peta Kuliner

Peta Kuliner Nusantara

Membuka album foto hasil jepret sana-sini selama dalam perjalanan dibelakang, mengingatkan banyak hal. Perjalanan panjang ke berbagai tempat kembali teringat. Dan satu hal yang selalu dilakukan saat ngeluyur tersebut adalah menikmati sajian nusantara. Bahasa kerennya saat ini adalah “wisata kuliner”.

Lokasi “bahan bakar” yang sangat berharga ini, berharga dari sisi keperluan perut saat di lapangan, dan juga dari sisi berbagi pada rekan yang akan menuju lokasi yang sama, tentunya asik juga kalau diletakkan dalam satu lembar peta dijital. Berbekal beberapa foto yang telah ditemukan, dan juga berusaha keras mengingat banyak hal tentang lokasi-lokasi “kenikmatan” tadi maka diberanikan untuk meletakkan foto-foto tersebut di lokasi “sebenarnya”, dengan memanfaatkan Google Maps dan Album dijital Picasa.

Pada kenyataannya, tidak semua lokasi kuliner ini mengingatkan persis posisinya pada peta, karena yang lebih teringat adalah kelezatannya… hehe…

Dan juga, ternyata ada juga yang lokasinya sudah tidak ada lagi karena digusur oleh yang punya traktor berwenang…

Akhirnya modus “Phone-A-Friend” terpaksa dilakukan untuk beberapa kasus… Tentunya friend yang dikontak adalah yang berada di lokasi atau yang pernah mengantar atau pergi bersama menikmati kuliner tersebut.

Baru beberapa lokasi yang diingat dan berhasil dikumpulkan foto-fotonya, and counting

Untuk waktu saat ini dan kedepan peta ini akan diisi gabungan pengalaman saya dan istri (dan saat bersama keluarga) dalam menikmati sajian nusantara.

Sila mampir ke Peta Kuliner Nusantara

Salam kuliner… : )


Filed under: Mijn reizen, Photomoregana, Stayeatandcool, Tanah-Air, Vlugge schakels, WebGIS Tagged: Google Maps, Kuliner Nusantara, mapping, peta, Peta Kuliner, picasa

Tentang FarmVille

28 February, 2010 - 00:19
FarmVille @ facebook.com/httsan

FarmVille @ facebook.com/httsan

Belajar dari FarmVille, kenapa tidak..?

: )


Filed under: Mi familia, Vlugge schakels Tagged: Belajar, Facebook, FarmVille, games, Internet, Pertanian


All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.